Kesehatan

Tanda Akan Melahirkan Selain Kontraksi yang Harus Bumil Tahu

tanda tanda mau melahirkan

Nyeri pada panggul, keluarnya lendir kental bercampur darah, terutama kontraksi merupakan tanda tanda mau melahirkan yang kerap dialami sang ibu. Namun ada kondisi yang muncul seperti gejala mau melahirkan mirip kontraksi yang bisa hilang secara tiba-tiba. Istilah ini disebut dengan kontraksi palsu.

Jika hal itu terjadi, Anda harus memahami serta membedakan antara kontraksi nyata dan kontraksi palsu agar. Informasi berikut merangkum tanda-tanda ketika proses persalinan hendak dimulai yang tidak hanya ditandai dengan kontraksi saja.

tanda tanda mau melahirkan
Tanda tanda mau melahirkan
  1. Mirip dengan Kontraksi Nyata

Tidak hanya hamil palsu, ternyata juga ada istilah kontraksi palsu di dunia kandungan. Cukup sulit untuk bisa membedakan keduanya. Tak heran, banyak dari pasangan yang bingung ketika kontraksi timbul. Mungkin Anda dapat merasakan sesuatu yang mirip dengan keadaan menyerupai kontraksi menjelang persalinan. Terutama ketika menjelang hari perkiraan lahir. Kontraksi palsu terjadi tidak teratur, ringan, dengan sedikit rasa keram. Umumnya terjadi pada perut bagian bawah.

Rasa yang ditimbulkan serupa dengan kontraksi, tidak nyaman dan bervariasi menurut intensitasnya. Gejala bisa timbul sesering mungkin atau bisa jarang, bahkan tidak sama sekali mengalami peningkatan frekuensi. Perbedaan kontraksi palsu dengan nyata, yaitu kontraksi menjelang persalinan memberikan tekanan yang sangat kuat. Kontraksi nyata seringkali terasa sangat menyakitkan. Anda bisa saja tidak mampu untuk berjalan atau berbicara.

  1. Pecahnya Air Ketuban

Selain waspada terhadap kontraksi palsu, tanda-tanda mau melahirkan bisa dengan pecahnya air ketuban. Jika Anda merasa ada tetesan cairan ketuban, ini menjadi pertanda bahwa selaput ketuban telah pecah dan persalinan dapat dimulai. Ketika hal ini terjadi, Anda mungkin akan merasakan dorongan kepala bayi yang menekan kandung kemih. Dorongan tersebut dapat menyebabkan kebocoran pada urin.

Tapi, bagaimana membedakan antara cairan yang keluar adalah air ketuban atau urin? Caranya tidak begitu sulit. Cairan pada ketuban tidak memiliki warna dan bening seperti air kelapa dengan konsistensi cair dan alirannya tidak bisa ditahan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu dengan menghubungi dokter kandungan. Bersiaplah untuk konsultasi terkait warna cairan yang merembes dari vagina.

  1. Gangguan Pencernaan

Setelah kontraksi pertama muncul, Anda bisa tetap berjalan. Terkadang, beberapa ibu hamil mengalami diare satu atau dua hari sebelum melahirkan. Diare yang terjadi merupakan salah satu cara tubuh untuk mengosongkan isi perut sehingga rahim bisa berkontraksi dengan baik. Selain itu, kadang juga terjadi gangguan pencernaan seperti muntah sebelum persalinan tiba. Saat mendekati waktu kelahiran, posisi bayi turun ke liang persalinan. Bayi tidak menekan diafragma ibu, sehingga nantinya Anda bisa bernafas dengan lega. Segera kemasi barang-barang yang dibutuhkan menjelang keberangkatan ke rumah bersalin. Jika gejala ini terjadi, tandanya waktu persalinan semakin dekat.

  1. Melebarnya Leher Rahim

Terakhir, yaitu serviks atau leher rahim mulai terbuka melebar dan lebih tipis saat beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan. Rahim yang melebar ini bertujuan untuk membuka jalan lahir bagi bayi. Di awal, pelebaran yang terjadi masih berkembang dengan sangat lambat. Bagi yang sudah pernah melahirkan, serviks biasanya melebar 1-2 cm sebelum persalinan. 

Perubahan yang terjadi pada leher rahim akan dicek dan diukur secara berkala oleh dokter kandungan atau bidan Anda. Proses pelebaran leher rahim diukur dalam skala sentimeter (cm) atau dengan memasukkan jari. Jika dapat dimasukkan 10 jari sekitar 10 cm lebarnya, itu berarti pembukaan sudah lengkap sudah siap menjalani proses persalinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *